ELEGI DUA KIBLAT
Karya: Tyas Mei DiastutikKita bertemu di muara yang salah
dua sungai yang setia pada lautnya masing-masing
Aku mengalir dengan zikir yang lirih
kau mengalir dengan kidung yang bening
Aku mencintaimu seperti ayat yang haram kumiliki
indah di lafal luka di amal
Namamu adalah gita paling merdu
yang tak direstui menjadi hafalan hidup
Kau merapal namaku di sela rosario yang gemetar
aku menyebutmu di ujung tasbih yang hampir putus
Dua gema bertemu di udara
saling mencium lalu gugur menjadi isak
Betapa angkuhnya kita membangun rumah
di atas dua kiblat yang saling membelakangi
Cinta kita arsitektur yang megah
namun dibangun di atas patahan doa
Akhirnya kulepas kau bukan karena layu rasa
melainkan karena cinta kita terlalu suci untuk dikhianati
Biarlah ia menjadi pusaka di dada
utuh sebagai ikhlas abadi sebagai hormat
Jepara, 9 Agustus 2026