Karya: YUGA AGUNG PURNAMA
Di bawah langit yang sama,
kita menengadahkan tangan,
membawa harapan dari hati
yang mungkin berbeda jalan.
Ada doa yang terucap lirih,
ada yang hanya berdiam di dada,
namun semuanya menuju satu arah,
memohon damai untuk sesama.
Biarlah perbedaan menjadi warna,
bukan alasan untuk saling menjauh.
Sebab ketika doa dipanjatkan bersama,
tak ada hati yang benar-benar sendiri.
Kita adalah banyak suara,
namun satu harapan yang sama:
agar negeri ini tetap berdiri,
dengan persaudaraan yang tak runtuh
oleh perbedaan suku, bahasa, maupun keyakinan.
Karena mungkin,
doa yang paling indah bukanlah
doa yang hanya menyelamatkan diri,
melainkan doa yang mengingatkan kita
untuk saling menjaga dan menguatkan.
Majalengka, 28 Agustus 2026