Di Rumah yang Bernama Kenangan
Karya: Andri Bangun Prabowo, S.PdAku kembali ke tempat itu
setelah bertahun-tahun berlalu.
Bangkunya masih sama,
pohon itu masih berdiri,
dan angin masih membawa
aroma sore yang pernah kita kenal.
Hanya kita
yang tidak lagi berada di sana.
Aneh, bukan?
Sebuah tempat dapat menyimpan
begitu banyak suara
yang sebenarnya sudah lama hilang.
Tawa kita,
percakapan kecil,
tatapan yang dulu sederhana
semuanya seperti hidup kembali
ketika aku menutup mata.
Barangkali kenangan
memang tidak pernah benar-benar mati.
Ia hanya tidur
di sudut paling sunyi dalam hati,
lalu terbangun
setiap kali sesuatu
mengembalikan kita kepadanya.
Dan malam itu aku mengerti
yang paling menyakitkan dari kehilangan
bukan ketika seseorang pergi,
melainkan ketika kita sadar
bahwa kebahagiaan yang pernah ada
tidak akan pernah terjadi
dengan cara yang sama lagi.
Semarang, 26 September 2026