Dibalik tembok kelas itu
Karya: ARMIAN WAYABULAWaktu terus berjalan begitu cepat
Meninggalkan bekas memori
Yang diharapkan dapat terulang kembali
Ditempat yang sama dan tawa yang sama
Tidak pantas hanya disebut dengan kata kata
Karna angin sendiri menjadi saksi
Betapa hangat percakapan itu
Dan betapa damai tawa itu
Tak terasa, waktu yang dulu kuharapkan tak pernah terjadi
Akhirnya terjadi juga
Kaki kaki kecil yang dulu melangkah bersama memasuki gerbang sekolah
Kini melangkah menjauh mencari jalan masa depannya
Aku tak menyalahkan apapun
Karna semua yang terjadi
Tidak ada dalam kendaliku
Semua berjalan sesuai perintahNya
Bukan aku ingin menentangMu
Tapi akupun tak bisa membohongi diriku
Kalau aku merindukan mereka
Mereka, salah satu tempat ternyamanku
Dulu dibalik dinding kelas itu
Kita tertawa dan saling berbagi cerita
Menciptakan ruang hangat
Dibalik pintu waktu yang terus berjalan
Dan lucunya sekali
Aku merindukan momen itu
Momen dimana kita bisa tertawa lepas
Tanpa memikirkan mata mata aneh yang menyoroti kita
Hingga sampai hari ini
Momen itu hanya menari menari dalam pikiran
Seakan mengejekku bahwa hari itu
Sangat mustahil untuk terulang kembali
Aku marah, sangat marah
Tapi pikiran aneh ini tak salah
Ia benar, karena ia yang menyimpannya menyimpan setiap memori kenangan kecil itu
Kenangan itu tersusun rapi di sudut hati kecilku
Menempati ruang yang sudah lama ku sediakan
Memberi kehangatan dikala rindu tak mampu terucap
Dan keinginan ke tempat yang sama tak lagi terwujud
Entah bagaimana kabar mereka sekarang?
Kabar si pemilik tawa hangat itu
Kabar si pemilik senyum indah itu
Yang sekarang terasa mahal untuk diulang kembali.
Bula, 18 September 2026