Eluhku Belum Bermuara
Karya: Ary Puspita WidyasariAkhir tahun pada masanya
Kala di mana kumandang ashar menyapa
Melewati pantulan kaca yang kau lalui di sana
Pertama netra bersua
Kemudian, kembali pada masanya
Perputaran monoton yang biasa saja
Namun di sana, di lepau gorengan pada hari senja
Pertama kita menyapa
Dan di sela-sela selanjutnya
Di bawah payung menaungi bersama
Dalam temaram halaman berpelita
Tawa kita menggema mengudara
Layaknya asmamu yang mengarti baik
Bagiku, hadirmu pun layak menarik
Membawa dedaunan bergemerisik
Merindu pada hujan yang merintik
Hingga pada satu titik
Tat kala kisah mengubahnya bagai intrik
Dulu kita yang saling tertarik
Perlahan terkikis tajamnya kerik
Hingga detik ini, eluhku belum bermuara
Lelah batin tanpa bersuara
Tak berdaya pada nestapa
Kenangan yang meremas jiwa raga
Depok, 18 September 2026