Topeng di Balik Kepercayaan
Karya: Aura BerlianaTopeng di Balik Kepercayaan
Dulu,
aku kira tangan yang kau ulurkan
adalah tangan yang akan menggenggam,
bukan tangan yang diam-diam
menyimpan pisau di balik senyuman.
Aku percaya pada setiap katamu,
pada tawa yang kita bagi,
pada rahasia yang kutitipkan
seolah kau adalah rumah
yang takkan pernah membocorkan isinya.
Namun ternyata,
aku hanya sedang berbicara
kepada seseorang yang pandai mengenakan topeng.
Di hadapanku kau menyebutku kawan,
sedangkan di belakangku
namaku kau jadikan bahan percakapan.
Kini aku mengerti,
tidak semua yang berjalan di samping kita
benar-benar ingin melihat kita sampai tujuan.
Ada yang mendekat untuk mengetahui kelemahan,
lalu pergi membawa cerita
yang pernah kita percayakan.
Yang paling kusesali bukanlah kehilanganmu,
melainkan pernah menganggapmu
sebagai seseorang yang pantas dipercaya.
Seandainya waktu dapat kuulang,
akan kujaga batas antara
percaya dan terlalu percaya.
Terima kasih atas luka yang kau tinggalkan,
sebab darinya aku belajar:
kepercayaan bukanlah sesuatu
yang harus diberikan kepada semua orang.
Dan jika suatu hari kau kembali
dengan senyum yang sama,
maaf—
aku tak lagi mengenalmu
seperti dulu.
( Pelaihari, 19 September 2026 )