Senandika yang Tertinggal
Karya: Bintang KhinantiSenandika malam mengabarkan namamu kepada rembulan,
sementara sukma ini masih karam
di antara bias dan nestapa.
Suraloka mungkin menyimpan sejuta nirwana,
namun teduh matamu tetap menjadi candu paling purba dalam ingatanku.
Dari bara yang pernah kita nyalakan,
lahirlah jelaga yang tak mudah pergi...
mengendap dalam relung,
menjadi lara yang bahkan waktu tak sanggup menafsirkan.
Barangkali waktu akan mengajarkan cara untuk melupa...
namun tidak semua yang pergi
harus benar-benar kehilangan tempatnya.
Ada nama yang tak lagi dipanggil,
tetapi diam-diam masih tinggal di sudut palung ingatan.
Dan bila kelak takdir meniadakan temu,
biarlah namamu menjadi aksara terakhir...
Indah, namun tak mampu kupulangkan.
Medan, 26 September 2026