sesalku bernama kamu
Karya: Defrizal Ashari Saputradahulu kita sering tertawa bersama
dahulu kita sering bercengkerama
dalam setiap payung ceria
dalam peluk segala sang bahagia
tapi kini kau telah jadi milik nya
hati yang tadinya tlah kusiapkan
dalam singgasana suci berwujud
aku dan kamu ialah pengisinya
mahkota terbaik pada jantung
milik alam semesta
kini kubagai resi bhisma
tak kan kuangkat senjataku
ketika tau bahwa kau ialah srikandiku
aku, raga, batin, jiwaku tlah pasrah kau lebur, sekaligus musnahkan semuanya didalam kekalahan kisah hatiku
ya, Bharatayudha ini ialah panggung dimana aku dengan sadar berbalut
busuknya ego ku tlah mengilustrasikan bahwa
sesalku bernama kamu
Jakarta, 29 September 2026