Yang Tak Sempat Diulang
Karya: FebriyantiSepuluh tahun telah berlalu, Kakek, namun kenangan tentangmu masih sering datang di sela-sela hari yang biasa.
Aku masih mengingat tawa kecil, suara, dan tanganmu, hal-hal sederhana yang dulu tak pernah kukira akan menjadi sesuatu yang paling ingin kuulangi.
Kini, rumah itu pun telah tiada, dan waktu tak mungkin mengembalikan kita pada hari-hari yang sama.
Aku hanya bisa menyimpan setiap kenangan yang tersisa, meski tak lagi bisa memelukmu, meski tak bisa mendengar suaramu.
Kakek, jika rindu adalah jalan, mungkin aku sudah berkali-kali pulang kepadamu.
Tapi aku hanya punya kenangan, dan doa yang tak pernah selesai.
Samarinda, 15 September 2026