Kursi itu masih milikmu
Karya: Hendry Zefanya SembiringKursi itu menunggu di sudut ruangan
berdebu, dingin, rapuh
Tak terdengar canda tawa
hanya sunyi menyelimuti
Kupungut remahan biskuit di meja
Kubereskan gelas kopi
dengan ampas mengering di dalamnya
Kugenggam erat sapu tangan biru tua itu
Ingin kulihat sekali lagi dirimu
mampirlah bila sempat
Tidakkah kau ingin memelukku?
yang kerap melamun sore hari pukul empat
Sore ini hujan turun
dibawa wangimu ke mejaku
dinyanyikan suaramu ke telingaku
diselimuti tubuhku yang bergetar
Perihal besok,
kuharap kau datang bersama senja
Kan kusiapkan kursi terbaik
dengan biskuit dan kopi favoritmu
serta sapu tangan kesayanganmu
Karawaci, 15 September 2026