Di Ujung Sunyi
Karya: Muh. Syahrul ArifDi sudut malam yang kian mendingin,
aku melangkah menyusuri lorong ingatan.
Bayang-bayang masa lalu kembali hadir,
membawa gema langkah yang salah di jalan berdebu.
Begitu banyak kata yang tak sempat terucap,
serta peluk hangat yang terlewatkan begitu saja.
Waktu merenggut seluruh kesempatan tanpa ragu,
meninggalkan jejak "penyesalan" yang amat mendalam di dada.
Kini aku berdiri di antara puing-puing penyesalan,
menatap detik yang merambat pelan tanpa arah.
Rasa bersalah menjelma bayang yang enggan pergi,
menatap rindu yang tak lagi menemukan rumahnya.
Seandainya putaran waktu bisa kuputar kembali,
akan kualirkan maaf di setiap jengkal ruang.
Namun takdir telah memahat cerita yang abadi,
menyisakan sunyi yang harus kupeluk sendirian.
Wajo, 15 September 2026