Di ambang pulang yang tak lagi bernama
Karya: Muhammad aidil aqshaKubuka album berwarna biru
Usang dan penuh dengan debu
Terpampang wajah indahmu
Membuat diri terpaku
Air mata perlahan jatuh
Tak kuasa menahan semua pilu
Tubuh yang kokoh perlahan runtuh
Mengingat semua yang tak lagi utuh
Kau yang dulu kujadikan rumah
Kini lenyap terpendam oleh tanah
Dinding dari pelukanmu retak
Dan pintu tempat ku pulang telah dikunci rapat oleh malaikat
Kau pergi tanpa sempat pamit
Meninggalkanku dengan dunia yang rumit
Rumah yang dulu penuh dengan canda tawa
Kini menyisakan rasa hampa
Aku tinggal sendirian di rumah yang kosong
Sepi bagai pulau yang tak berpenghuni
Bukan karena tak ada yang menemani
Tapi kau yang telah pergi
Dan aku?
Belajar menjadi rumah untuk diriku sendiri
Berkeluh kesah pada diriku sendiri
Seperti dulu ku berkeluh kesah kepadamu
Dan kini dirimu tinggal kenangan
Namamu selalu ku sebut dalam sujudku
Sampai aku bisa ikhlas menyebutnya tanpa runtuh
Medan, 17 September 2026