Jejak Pedih di Ujung Nadir
Karya: Nadhif Fairuz SakhiRealitas menutup pasrah pada hikayat lama
Penuh harapan lukanya akan memudar
Penyesalan kini menggores rapuhnya raga
Meratapi pelita redup yang terus berbinar
Dahulu cakrawala menatap mimpinya
Melirik bias pada kenyataan yang merana
Bunga tulip putih telah lewati banyak masa
Layu dalam semu sebuah untaian kata
Pena telah menuliskan keindahan takdir
Tintanya terasa abadi selimuti ujung nadir
Kanvas kosong tampak polos nan menawan
Seakan menipis menunggu kepastian
Pedihnya langkah lewati jalan berduri
Napas kini berembus merobek dadanya
Hujan basahi pipi dalam riuhnya badai
Terbalut sesak lembutnya jeratan sutra
Karawang, 23 September 2026