Di Antara Seribu Tanya
Karya: Natalia Arifina MunandarDibalik letih yang mengendap di dada,
Ada ribuan beban yang tak sempat bersuara.
Diri ini perlahan kehilangan penghormatan,
Terkubur di bawah riuh tuntutan.
Siapa dia asa?
Menyusun hidupku dalam aturan tanpa jeda.
Perempuan harus sempurna,
Menjadi yang dunia pinta.
Pendidikan layak bagi setiap insan,
Namun mengapa langkah ku penuh tekanan?
Menukar waktu dengan segenggam pencapaian,
Lalu kehilangan diri di tengah perjalanan.
Betapa banyak yang ingin kugapai,
Kini asing saat berhasil kuraih.
Doa yang terucap,
Mengapa tak lagi terasa sebagai jawaban yang lengkap?
Andai waktu dapat ku panggil pulang,
Akan kupeluk hari yang ku tinggalkan.
Dan maaf pada diri yang terlalu memaksa,
Mengira berharga berarti tak boleh lemah.
Namun waktu tak lagi menoleh ke belakang,
Meninggalkan sunyi dan kenangan.
Kini penyesalan tumbuh di sela pencapaian,
Menjadi bayang dari segala yang ku perjuangkan.
Yogyakarta, 23 September 2026