Dessik fatamorgana
Karya: Nia RahmadayantiMenaung dan tertatih
Ambang barbu menitih cala
Wirasana yang dulu gagah berdiri
Sekarang hanya bersembunyi disebalik canik yang mengadah
Asa yang kaya akan harsa tak sanggup berdiri
Kini daya dan upaya hampa
Perlahan semakin tergerus hingga patah tanpa telinga
Menyesal dan penuh penyesalan
Asa yang tak sampai
Goresan kecil yang menidih bahu yang terbelah
Menyesal dan penuh penyesalan
Diantara hara caksana sang penguasa
Membuat cakra bergema
Sepucuk senyum yang dibawa hingga lupa bahwa tertatih dan tertindih itu perih
Dan kini tenggelam dalam senyum yang sakit
Dengan pandangan semu dan kaki yang beku
Bangkalan, 17 September 2026