Kenangan yang tersisa
Karya: Raina SariKENANGAN YANG TERSISA
Pernah ada hari-hari
yang kini hanya bisa kutemukan
di antara lembaran ingatan.
Hari ketika tawa hadir tanpa dipaksa,
ketika berkumpul terasa begitu sederhana.
Saat itu aku tak pernah menyangka,
bahwa kebahagiaan kecil tersebut
suatu hari akan menjadi sesuatu
yang paling kurindukan.
Hari demi hari terus berlalu.
Tanpa terasa, waktu membawa pergi orang-orang yang pernah begitu dekat,suara-suara yang dahulu begitu kukenal,hingga yang tertinggal hanyalah sepi di tempat yang pernah ramai oleh cerita.
Ada kalanya aku ingin kembali,
bukan untuk memperbaiki masa yang telah lewat,bukan juga untuk menghentikan waktu.
Aku hanya ingin merasakan sekali lagi
seperti apa rasanya berada di masa ketika semuanya masih lengkap.
Namun aku sadar, waktu tidak pernah berjalan mundur. Ia mengajarkan kepadaku bahwa sesuatu yang indah tidak selalu hadir untuk selamanya.
Sekarang, ketika kenangan itu datang,
aku memilih untuk tidak mengusirnya.
Biarlah ia singgah sebentar, membawa kembali cerita-cerita lama, lalu pergi perlahan bersama air mata yang jatuh tanpa suara.
Kini aku mulai mengerti,
kenangan bukan hanya tentang kehilangan,
bukan sekadar tentang mereka yang memilih pergi.
Kenangan adalah tentang sesuatu yang pernah hadir dalam hidup kita dan meninggalkan arti
yang tidak mudah hilang.
Jika suatu saat nanti semua cerita itu kembali terlintas, aku ingin menyambutnya dengan senyuman.
Bukan karena semuanya telah kulupakan, tetapi karena aku telah belajar menerima bahwa tidak setiap hal yang indah
harus kembali seperti dahulu.
Ada kenangan yang cukup disimpan,
ada cerita yang cukup dikenang, dan ada masa lalu yang cukup menjadi pengingat bahwa aku pernah menjalani hari-hari yang begitu indah dan begitu berarti.
Brandan,22 September 2026