Pahitnya penyesalan
Karya: Revani br simanjuntakPahitnya penyesalan
Kenapanya penyesalan selalu datang terlambat,
ketika semua telah selesai dan tak bisa diulang.
Aku baru mengerti arti penyesalan
di balik jendela yang kubanting hingga pecah berkeping-keping
Dulu aku buta, dibuat ego dan amarah,
takut mengalah karena takut disebut lemah.
Kupilih menang, padahal kalah selamanya.
Kini pecahan kaca itu berserak di kakiku,
memantulkan wajahku yang penuh sesal.
Kubisikkan maaf, namun maaf tak lagi bermakna.
Sebab pecahan tetaplah pecahan, takkan utuh sempurna.
Dari sanalah aku belajar, betapa pahitnya sebuah penyesalan.
Siantar 29 September 2026