MAAF
Karya: Rifki NurcahayaLangkah yang selalu kugerakkan
menyimpan begitu banyak cerita,
hingga pikiranku selalu diliputi
rasa bersalah yang selama ini kusimpan.
Hatiku kini mengeras seperti batu,
rasa bersalah perlahan menjelma penyesalan.
Dan kala sunyi datang menyapa,
aku selalu berkata kepada diriku sendiri,
"Maaf."
Tangerang, 16 September 2026