Jejak yang Tertinggal di Sudut Senja
Karya: Salwa SalsabilaDi bawah rerimbunan trembesi yang dulu menyimpan gelak kita,
Waktu menjelma bagai remah-remah ingatan yang gemetar.
Aku kerap mendengar kembali gema tawa muda kita,
Riuh yang menantang langit, berselisih tanpa dendam,
Lalu reda ditelan dingin es teh seribuan di tepi jalan.
Kini, langkah kita mengeja takdir di lorong berlainan.
Jarak merentang seluas mimpi-mimpi yang dulu kita bincangkan bersama,
Menjadikan nama-Mu serupa gema di balik rintih hujan di sore hari.
Namun, persahabatan bukanlah ruang yang runtuh oleh jarak.
Ia adalah buku lama yang sampulnya kusam, tetapi setiap halamannya tetap hangat saat dibaca ulang.
Terima kasih telah menjadi bagian paling riuh dalam sunyinya masa laluku.
Bojonegoro, 26 September 2026