Jika Waktu Memberi Kita Sekali Lagi
Karya: Sepia Siti Ramayakata terlalu miskin untuk mengutarakan perasaan ini kasihku.
lidahku kelu, hatiku membeku,tangan yang biasanya lihai mengukir kata demi kata kini
telah kehilangan tintanya.
aku tidak menyalahkan hatiku karena telah memilihmu.
kau tau mengapa?
sebab mencintaimu bukanlah sesuatu yang ingin kuhapus dari bagian manapun di hidupku.
aku pernah menggenggam kesempatan seolah ia akan tinggal selamanya,
lalu kulepaskan begitu saja,tanpa menimbang ulang dan tanpa tahu bahwa beberapa hal hanya datang sekali dalam hidup.
barangkali memang begini caranya waktu mengajar—
membiarkan kita kehilangan satu demi satu hal yang pernah kita miliki bersama.
agar kita mengerti harga sebuah kehadiran setelah pintunya tertutup dan kuncinya tak lagi ada dalam genggaman.
jika kelak semesta membiarkan kita
bertatap mata lagi.
aku tak ingin lagi meminta apa-apa,
cukup biarkan aku memandangimu lama-lama dengan bibir yang tak lagi mampu mengucapkan segala kalimat yang terlambat yang tak pernah menjadi suara.
jika kehidupan berikutnya memang ada,
aku hanya ingin mengulang segala
yang telah kita lalui
menjadi satu-satunya hal terindah yang kita miliki.
aku mencintaimu tanpa batas waktu,
kekasihku—
Tasikmalaya,29 September 2026