Di Bilik Kamar Mandi
Karya: Setyo Wibowodua garis merah jatuh seperti vonis hakim di bilik kamar mandi
mengubah malam dansa menjadi jeruji besi yang mengunci langkah kaki
kita tergesa mengenakan cincin sewaan di hadapan penghulu dan tetangga
tersenyum lebar sementara remuk di dada kita simpan rapat-rapat dalam dada
di ranjang yang sempit ini kita saling memunggungi bagai kutub asing
mengeja nama kekasih lain dalam igau napas yang tertahan dan bising
sementara di rahimku waktu mulai menenun nyawa dari khilaf yang keliru
merampok sisa masa muda melebur mimpi-mimpi indah yang tak jadi kuburu
kita adalah perahu kertas yang nekat menerjang badai tanpa nahkoda
hanyut bersama mayat rindu masa lalu yang tenggelam di dasar air mata
pada akhirnya di ujung sunyi yang meremukkan seluruh kewarasan jiwa
kita hanya bisa menatap nanar sisa hidup lalu berbisik menyesal
Depok, 25 September 2026