Yang Tinggal Setelah Waktu
Karya: Zahra RamadhaniAda yang telah lama beranjak dari halaman waktu,
namun jejaknya masih berpendar di relung sukma.
Ia datang sebagai lirih yang tak bernama,
menyusup di antara temaram senja,
lalu menghidupkan kembali riwayat yang pernah kita kira telah tiada.
Dahulu, kita menyebutnya bahagia kini, ia menjelma serpih yang diam-diam menetap tak untuk dipungut kembali,
melainkan untuk mengingatkan
bahwa yang fana pun pernah begitu nirmala.
Barangkali waktu memang titah yang tak mengenal jalan pulang.
Ia membawa segala yang pernah singgah menuju muara,
menyisakan aksara tak kasatmata pada dinding batin.
Maka biarlah yang telah berlalu menjadi teduh,
bukan lara yang terus dirawat.
Sebab pada akhirnya,
kita bukan kehilangan apa-apa kita hanya sedang belajar mencintai sesuatu
dalam bentuk yang tak lagi dapat digenggam.
Tangerang, 23 September 2026