Sesal yang kekal
Karya: Aliyya Syarafana RamadhaniKupalingkan wajah setiap tawamu menyapaku
Entah, guraumu terdengar mengganggu
Nyatanya, ada hangat yang bersemayam dalam dada
Melihat rambut putih di dagumu bergoyang di depan mata
Timbul ngeri saat raga berjarak jengkal
Padahal tak pernah kau beri alasan aku untuk gentar
Begitu lembut suaramu bergema
Begitu teduh kasihmu menaungi jiwa
Kubiarkan terlantar jarak ini
Menunggu takdir untuk berbunyi
Tak pernah terpikir waktu akan berbuat curang
Tak pernah kusangka takdir datang menjelang
Pemberi namaku yang terkasih
Nama warisan indah yang aku jaga dengan bangga
Namun pada pemberinya, tak sempat aku berterima kasih
Sebab sibuk memelihara benci pada yang mencinta
Dikabulkan ratapan takut anak kecil
Anak yang belum mengerti cara memberi sayang
Dihukum dengan luka bernama penyesalan
Tak ada ampun, tak ada kesempatan
Sang cucu hanya ingin meminta keabadianmu
Namun, kejamnya nyata tak memberiku waktu
Mengharapkanmu kembali hanyalah harapan semu
Maka biarlah yang abadi itu penyesalanku
Bandung, 30 September 2026