Sembilu di Balik Anitya
Karya: Anatacya CarolineDi bawah suram langit yang menggelap,
aku berdiri meratapi jejak yang tertinggal.
Keheningan ini menjadi anitya,
menjelaskan betapa fana semua yang pernah kupeluk erat.
Dulu, ada asrama indah tempat kita bersandar,
sebuah ruang penuh canda yang kini tinggal kenangan.
Namun lidahku melepaskan amarah tanpa arah,
melukai atman yang tulus mencintaiku.
Kini hanya ada duhkha yang mengendap di dada,
merayap pelan memenuhi tiap relung jiwa.
Rasa penyesalan ini menusuk begitu dalam,
menjelma menjadi sembilu yang tak kasat mata.
Seandainya waktu bisa kuputar kembali,
ingin kusembuhkan luka yang pernah kubuat.
Namun takdir telah terukir dingin,
meninggalkanku sendiri dalam sepi yang abadi.
Jakarta, 4 Oktober 2026