Sofa Kuning
Karya: Aziz Abhimanyudi sofa kuning itu aku pertama kali belajar
bahwa tidak semua suara perlu diubah
untuk diterima.
aku pulang dengan luka yang dibawa teman-teman,
tentang suaraku yang terlalu tinggi,
tentang wajahku yang salah rupa;
dan ibu menerimanya seperti menerima berita baik.
di sofa itu aku bercerita tentang panggung
yang belum ada namaku di sana,
dan ia bilang: nanti ada.
bukan janji, melainkan keyakinan.
ia pergi sebelum sempat duduk di kursi penonton,
sebelum melihat namaku disebut,
sebelum tahu bahwa suara yang dulu dibully
kini membuat orang tertawa di ruangan penuh.
tapi setiap kali aku naik panggung
dan memilih untuk tidak bersembunyi,
aku tahu dari mana keberanian itu berasal:
dari sofa kuning, dan dari seseorang yang percaya lebih dulu.
Jakarta,10 Oktober 2026