Acakan Memori
Karya: Earlyn PratiwiIsi kepalaku kadang memiliki memori yang acak.
Di satu momen, aku terdiam
pada kenangan-kenangan kecil dahulu,
dan terkadang aku berdiri
bersama kenyataan yang masih melekat erat di kepalaku.
Momen itu indah,
namun semakin aku mengingatnya,
semakin perlahan senyumku memudar.
Ada beberapa keping bagian
yang masih mampu membuat senyumku terbit,
senyum yang selalu ingin kutahan,
seolah tak ingin berpindah
pada momen apa pun.
Namun, ada pula kepingan
yang ingin kututup rapat,
tanpa perlu memberinya ruang
untuk kembali hadir dalam ingatan,
karena sudah cukup banyak kepalsuan
yang pernah tinggal di dalamnya.
Kepingan itu sudah cukup retak,
biarlah ia tetap berdiam di sana.
Sebab tidak semua yang pernah ada,
harus terus hidup di dalam kepalaku.
Baturaja, 06 Oktober 2026