Sediakala
Karya: Fenita RahmadaniHadirmu kini menjelma kemarau panjang; menepi dari tatap dan jarak pandang
Bayangmu tak lagi menyibak rindu
Betapa kemilau binar matamu menusuk dadaku, bak belati para serdadu
Tidakkah kita seperti dulu?
Menyemai euforia di antara kidung yang ditembangkan pujangga, lalu menjadikan malam sebagai perjamuan cinta
Duhai denting gemuruh kerinduan
Dapatkah aku mengarungi silam
Sejenak untuk kembali menjamah gelak tawa, sembari merambah gigil yang bertandang usai mentari temaram
Pedihku masih meradang; ada yang menolak padam di kepala dan memilih berkabung dengan cerita lama
Adakah kita...
Seperti sediakala.
Balangan, 5 Oktober 2026