Isnaini Syahriyah Wardani - Rumah Yang Tak Lagi Bernama (LCP 49)

📅 11 Oktober

 Rumah Yang Tak Lagi Bernama

Karya: Isnaini Syahriyah Wardani





Di sudut waktu yang kehilangan arah,
ada rumah kecil yang dibangun dari tawa,
jendelanya menghadap senja,
pintunya terbuka tanpa perlu mengetuk,
dan penghuninya tak pernah tahu
bahwa suatu hari ia akan menjadi asing.

Kini, debu perlahan menggantikan suara,
jam dinding tetap berdetak,
meski tak ada lagi yang menunggu pukul berapa.
Hanya tirai yang sesekali bergerak,
seolah angin masih hafal
siapa yang dahulu sering pulang.

Aku tak pernah merobohkan rumah itu,
hanya berhenti menyalakan lampunya.
Sebab ada tempat yang terlalu indah untuk dihancurkan,
tetapi terlalu sunyi untuk ditinggali kembali.

Sesekali, hujan datang membawa kabar,
mengetuk atap dengan bahasa yang sama.
Aku pura-pura tak mengerti,
meski setiap tetesnya menyebut sesuatu
yang telah lama tak berani kusebut nama.

Barangkali kenangan memang demikian,
ia tak benar-benar pergi dari kehidupan.
Ia hanya berganti wujud menjadi hal-hal sederhana:
aroma tanah setelah hujan,
lagu yang tak sengaja terdengar,
atau jalan pulang yang kini terasa lebih panjang.

Dan bila suatu hari rumah itu ditemukan kembali,
jangan tanyakan siapa yang meninggalkannya.
Sebab beberapa kepergian tak membutuhkan langkah,
beberapa kehilangan tak memerlukan kematian,
dan beberapa nama tetap tinggal di hati
meski pemiliknya telah lama
berhenti menjadi bagian dari cerita.


Mojokerto, 10 Oktober 2026