Ketika Waktu Tak Mau Kembali
Karya: M. Rizki AmalludinAku menyesal bukan karena cinta telah pergi,
melainkan karena saat ia duduk di sampingku,
aku sibuk menghitung jarak yang belum ditempuh.
Kau pernah menaruh senja di telapak tanganku,
dan aku membiarkannya jatuh
sebab kukira matahari selalu pulang.
Kini hujan menyebut namamu di kaca,
pelan, berulang, seperti pesan
yang terlambat kupahami.
Jika waktu mau membuka satu pintu saja,
akan kugunakan suaraku untuk tinggal,
bukan untuk menang.
Namun malam hanya menyimpan gema,
dan aku belajar: beberapa maaf
tak pernah menemukan rumahnya.
Mojokerto, 04 10 2026