Kau pergi, kenangan tinggal
Karya: Mar'ieCangkir kopi yang mendingin,
Dan buku-buku tua di tempatnya.
Nomor ponselmu masih ada di daftar kontar paling atas,
Meski ku tahu, dealtone hanya akan menyapa ruang kosong.
Satu persatu bajumu yang bergantung mulai kehilangan baumu,
Berganti bau apak detergen murah dan lemari kayu.
Aku tidak tahu harus merasakan sedih atau tenang,
Karena akhirnya rumah tak lagi bising oleh perdebatan kita.
Kepergianmu tak seperti ledakan,
Hanya suara pintu terhempas pelan, lalu hening.
Terlalu hening hingga detak jarum jam di dinding terasa menampar.
Kini, kalau aku tertawa saat menonton komedi di televisi,
Kepalaku refleks menoleh ke kanan dan menyadari tidak ada siapa-siapa di sana,
Lalu aku tersenyum sendiri.
Bukan karena rindu,
Mungkin hanya belum terbiasa dengan kosong yang tiba-tiba meluas ini.
Kau sudah bebas di tanah yang baru,
Dan aku di sini,
Masih bingung menentukan apakah aku sedang kehilangan,
Atau baru saja menemukan diriku sendiri.
Aceh, 30 September 2026