Dermaga yang Dititip pada Gerimis
Karya: Muhammad Faza Al FatihHarum tanah menguar sunyi
Suara rintik merangkai simfoni
Dingin bumi merasuk lembut
Memanggil kembali kenangan yang tenggelam
Aku berkhidmat dalam pejam
Mengeja kenangan
Hujan
Kau memang bisu
Namun dinginmu menggali memoriku
Kala hujan berkawan tawa
Aku masih tertatih menapak dunia
Ayah, kita bermain bersama
Kau menendang bola di halaman
Bunda menimpali dengan senyuman
Duka tak punya kuasa
Dalam pelukan keluarga
Saat hujan berkarib tangis
Aku melangkah menyongsong gerimis
Waktu menuntutku pergi
Meninggalkan tempatku memaknai mimpi
Mengubah rumah menjadi dermaga
Tempatku bertolak dan menyapa
Hujan pun menjadi saksi setia
Ayah
Bunda
Kini di bawah hujan yang sama
Aku memeluk pusaramu
Yogyakarta, 10 Oktober 2026