Merenungkan Nasib Pilu
Karya: Naura Yulia HarahapDi keheningan malam yang sunyi,
kutatap langit tanpa hiasan bintang,
merenungi jalan yang telah dilalui,
mengapa nasib terasa begitu gamang.
Meratapi arus balik kerancuan,
membawa duka yang tiada harapan,
dibalik seruan semangat ,
ada hati yang masih terluka.
Langkah kaki terasa kian berat,
memikul beban yang tiada bertepi,
setiap impian seolah merapat,
meninggalkan tanya di dalam hati.
Air mata jatuh tanpa suara,
mengalir bersama luka yang terpendam,
adakah esok kan membawa ceria,
atau kah malam akan terus mencekam?
Namun di balik perih yang menyiksa,
kuperbaiki niat di dalam dada,
berserah diri pada Yang Kuasa,
menanti pelangi usai badai mereda.
Duri, 30 September 2026