YANG BELUM SEMPAT KUBERI
Karya: Patrepio Desno TalalabIbu, sejak kepergianmu, malam tak lagi terasa benar-benar gelap. Bayanganmu muncul di mana pun aku mencoba memejamkan mata untuk tidur. Seolah-olah aku bisa mendengar suaramu dari arah dapur, memanggil namaku, seakan kau belum benar-benar pergi. Sering kali aku terbangun dengan hati yang berat, mengira kau masih ada di rumah ini. Namun saat kubuka pintu, hanya lorong sunyi dan udara dingin yang menyambutku. Ibu, aku diliputi penyesalan; kau sering memintaku untuk tinggal lebih lama, tetapi aku selalu menjawab bahwa aku masih punya waktu nanti. Tak pernah kusangka bahwa takkan ada hari esok untuk membalas segala kasih sayangmu. Kini, setiap sudut rumah ini
Sekon, 08 Desember 2009