Awan Hitam
Karya: Ummi khairunnisaIngin ku tata kembali tiap bait kehidupan, bukan karna memusuhi takdir, tapi kurasa bila saja ada waktu yang bisa diputar kembali, aku ingin memperbaiki kacau yang ku cipta dengan jemariku sendiri...
Duhai ilahi, tengok lah kerdil yang menengadah ini...
Mantap langit, memelas ibah...
Aku tak ingin mengalah, namun aku sedang berserah...
Kembali kepada kemarin adalah mustahil, namun menata esok bukan lah usaha yang nihil...
Aku jatuh, pedih penuh luka...
Tapi hidup tak akan menerima lutut yang hanya sekedar bersimpuh tanpa tau cara menopang langkah...
Gemuruh petir belum redam...
Hujan angin belum Redah...
Awan Hitam itu memilih warna paling pekat..
Mencekam, penuh amarah pada setiap yang menatap...
Duhai, rasanya tak ada lagi jalan...
Tolong, aku tak minta diselamatkan, aku hanya minta untuk diajari cara tetap berdiri...
Tidak kah kau pendengar peringatan itu wahai diri?
Hari ini kau tersedu, kemarin kau acuh tak acuh...
Bodoh memang caramu.
Cukup...
Jangan mencela awan hitam itu.
Bogor, 4 Oktober 2026