Kepada Langit yang Belum Kutaklukkan
Karya: Manda WangiDi kepalaku, sebuah semesta
terus membangun dirinya:
menara-menara cita menjulang
melewati batas peta dan usia.
Kusimpan nama-nama masa depan
di lipatan paling sunyi dada;
ada begitu banyak pintu
yang ingin kubuka,
meski tanganku gemetar
setiap kali menyentuh gagangnya.
Sebab malam kerap mengubah esok
menjadi laut tanpa tepian.
Di hadapannya, aku cuma perahu
yang belum hafal bahasa angin,
namun diam-diam membawa
seluruh peta yang ingin kutuju.
Pernah kucoba melipat mimpi
agar muat dalam ukuran takutku.
Tetapi harapan selalu punya akar:
ia tumbuh bahkan di tanah
yang berkali-kali kusebut mustahil.
Jika kelak langkahku sampai,
biarlah bukan karena tak pernah gentar,
melainkan karena aku tak menyerahkan
seluruh langit kepada ketakutan.
Bogor, 03 November 2026