A Piece Story About Heart Oleh: Nabila Emiliazona (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca

Table of Contents

 

Kulihat kelopak mawar yang mulai jatuh karena layu.

Menatapnya dengan sendu seolah sedang bercermin.

Perlukah kuselamatkan dengan segelas air?

Atau kubiarkan seperti itu agar aku tidak sendiri dalam sakit?

Cerahnya matahari tapi terasa seperti gelapnya awan tertutup mendung.

Hangatnya mentari tapi terasa dingin menusuk di jantung.

Kulihat mereka tersenyum cerah, sedang aku berusaha menyembunyikan luka.

Berusaha tegar, padahal suara terdengar parau.

Teringat dulu ada tempat berteduh ketika lelah.

Sekarang tiada tempat walau hanya mampir sebentar.

Dahulu ada kabar yang selalu di nanti.

Sekarang semuanya hanya tentang "aku tahu kamu bahagia"

Pernah ada cerita yang tak pernah selesai ujungnya.

Sekarang hanya menjadi “semoga kamu baik-baik saja”.

Setiap hari hanya abu-abu yang terlihat.

Bahkan pandangan semakin kabur tertutup air diujung mata.

Dihadapkan oleh realita yang berbanding dengan harapan.

Penguatku hanya rasa yakin akan ada cerita indah di masa depan.

Tuhan sedang meninggalkan sepenggal kisah tentang hati.

Dan masih banyak kisah lain yang akan dilalui.

Kali ini berkisah tentang sebuah sakit atas pengharapan.

Agar kita sadar, bahwa hanya Dialah tempat terbaik untuk berharap.


Lampung Timur, 14 Maret 2021



Biodata Penulis

Nabila Emiliazona, lahir di desa Sukadana Baru, Lampung Timur. Merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Teman-teman memanggil saya dengan sebutan Nabila, Abil, ataupun Zona. Hobi saya adalah menonton film, youtube, dan travelling.

Posting Komentar