DUKA DIALEKTIKA Oleh : Vrista Melati (Finalis LCP Batch 3)

📅 21 Maret 👁 Memuat...

 

Jantung ini berhenti berdetak, ketika duri ini menancap

Bibir enggan berucap, ketika telinga mendengar kata yang terucap

Seolah waktu berhenti sejenak, menyaksikan anak malang yang terisak

Bukan karena apa, tapi ini kali pertamanya

Bagai gulungan ombak yang menghantam begitu derasnya

Tidak pernah terlintas dalam ingatan

Jika raga yang telah bersamanya kini meninggalkan

Kini tinggalah lara yang menemani keheningan malam


Pemalang, 4 Maret 2021



BIODATA PENULIS

Vrista Melati, si anak gadis berusia 18 tahun. Lahir di Pemalang, 5 November 2002. Tinggal di desa terpencil di pelosok negeri, baginya semua itu sangat berarti. Orang-orang memanggilnya Vrista, periang kata khalayak yang melihatnya. Tanpa mereka sadari ia adalah sosok gadis yang sulit mengungkapkan isi hatinya. Ia terbiasa mencurahkannya dalam secarik kertas dengan tujuan agar orang lain tidak ada yang mengetahuinya, dan kali ini ia ingin memberanikan diri untuk sedikit mencurahkan isi hatinya pada dunia, dan berharap dunia menerimanya. Kalian bisa berkenalan dan memberi masukan kepadanya melalui akunt IG : @vrista_m. Penulis sangat senang dan menerima segala bentuk kritik dan saran dengan senang hati.

 

Jantung ini berhenti berdetak, ketika duri ini menancap

Bibir enggan berucap, ketika telinga mendengar kata yang terucap

Seolah waktu berhenti sejenak, menyaksikan anak malang yang terisak

Bukan karena apa, tapi ini kali pertamanya

Bagai gulungan ombak yang menghantam begitu derasnya

Tidak pernah terlintas dalam ingatan

Jika raga yang telah bersamanya kini meninggalkan

Kini tinggalah lara yang menemani keheningan malam


Pemalang, 4 Maret 2021



BIODATA PENULIS

Vrista Melati, si anak gadis berusia 18 tahun. Lahir di Pemalang, 5 November 2002. Tinggal di desa terpencil di pelosok negeri, baginya semua itu sangat berarti. Orang-orang memanggilnya Vrista, periang kata khalayak yang melihatnya. Tanpa mereka sadari ia adalah sosok gadis yang sulit mengungkapkan isi hatinya. Ia terbiasa mencurahkannya dalam secarik kertas dengan tujuan agar orang lain tidak ada yang mengetahuinya, dan kali ini ia ingin memberanikan diri untuk sedikit mencurahkan isi hatinya pada dunia, dan berharap dunia menerimanya. Kalian bisa berkenalan dan memberi masukan kepadanya melalui akunt IG : @vrista_m. Penulis sangat senang dan menerima segala bentuk kritik dan saran dengan senang hati.