REMUK TULANG RUSUK Oleh: M. Habib Syafa’at (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca
Tangan-tangan nasib yang gelap merasuk
ke dalam jiwa-jiwa pucat, saat telah remuk
seluruh bentuk wajah pada susunan tulang rusuk
Menguarkan aroma busuk darah lautan yang telah bermusim-musim diperam sembunyi
Melarutkan tuba pada nadi dan urat tanaman; menyematkan racun pada seruling perawi
Sedang di sana, kurasa kau masihlah burung penggoda yang dengan mudahnya bernyanyi
Bernyanyi dengan nada-nada yang kini terasa dingin dan begitu tabu bagi telinga fanaku
Tak bisa lagi kupuisikan dengan baik, sebab aku malah dijelmakan radio tua pemberianmu
yang telah hilang antenanya. Kian sulit bagiku menangkap inti percakapan kupu-kupu
Barangkali memang sejak awal, kau berencana menarik seluruh bayanganmu
sendiri, saat aku telah berhasil mengira, dialah yang akan kekal mengukuhkan ragaku
Kau ingin mengganti kediaman Tuhan yang menyala dengan makam-makam, di dadaku
Barangkali memang telah kau hilangkan kelahiran kedua, setelah jeda kematian panjang
Hanya kau sisakan arwah tersesat, yang tak pernah bisa selesai menjatuhi lubang demi lubang
Terjebak putaran mimpi di mana bisa utuh kembali, susunan tulang rusuk yang rumpang
Bojonegoro, 14 Desember 2020
Biodata Penulis
M. Habib Syafa’at, lahir pada tanggal 01 November 1995 di Bojonegoro, Jawa Timur. Lulusan Universitas Negeri Surabaya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Bisa dihubungi melalui e-mail habibsyafaat01@gmail.com, atau nomor telepon/Whatsapp: +6285706067554.
Posting Komentar