KOTA HILANG JEJAK Oleh: M. Habib Syafa’at (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca

Table of Contents

 

Dari sepotong kota yang kau hilangkan, hujan-hujan pucat hadir di sudut biru

pecahan mata beningmu: seperti ngin segera mengusirku. Ingin segera menghapusku

yang telah berdiri bertahun-tahun menunggu disambar kilatan api penebus sesal

sebelum hasratku sepenuhnya membeku, rompal menjadi mosaik kisah yang gagal

Hanya kenangan cacat, hanya kutukan mengalir dari pucuk basah nyiur rambutmu

Menjulur, mencekik burung-burung yang barangkali ingin menyampaikan sesuatu

Barangkali itu panjang kebahagiaanmu, atau malah ujung purna kesepianku

Sepanjang jalan kehilangan, yang diam semakin hitam, tak ingin berwujud perangainya

Seperti aku mematung di sini. Menamati setiap bencana yang pernah lahir dari kebisuan kita

Maksudku, mungkin hanya aku yang melahirkannya, meski kegilaanku terus menyangkalnya

Belum sempat menggugatmu, kau membuang percakapan. Kaki lumpuh kota para pencari

seolah mencabut segala penantian. Aku yang telah muram, padam, dan tercuri

semakin tak berdaya untuk sekadar membuntuti sebersit ekliptika yang dulu pernah kuuri

Di altar permohonan kisah baru ini, semua disesatkan lukanya masing-masing. Berkeliaran

hingga habis tenaga. Aku tiada lagi bisa berdarah-darah, telah kalah sisa hari pertaruhan

Tak bisa lagi kutebus kehadiranmu pada ruang tunggu stasiun-stasiun kenangan


Bojonegoro, 13 Maret 2021



Biodata Penulis

M. Habib Syafa’at, lahir pada tanggal 01 November 1995 di Bojonegoro, Jawa Timur. Lulusan Universitas Negeri Surabaya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Bisa dihubungi melalui e-mail habibsyafaat01@gmail.com, atau nomor telepon/Whatsapp: +6285706067554.

Posting Komentar