SEMBUNYI DI BALIK BILIK MIMPI Oleh: Devi Ardiyanti (Finalis LCP Batch 4)
👁️ dibaca

Table of Contents

 

SEMBUNYI DI BALIK BILIK MIMPI

Oleh: Devi Ardiyanti


Selepas sahur

Perempuan itu melenggangkan langkah menuju labirin rumah

Memungut pagi yang beraroma tanah basah, sebab hujan tak pernah datang di waktu salah

Bau anyir hadir dari ceruk mata yang sempat menangisi lara

Ia terkena sihir dari pangeran ingkar setia

Perempuan itu mengelap keningnya yang penuh dengan keringat duka

Berkabung menangisi tulusnya rasa, namun dibalas sia-sia

Dahinya mengernyit, lantas berubah uban dan renta

Belum sempat menjelajah dunia, ia telah kehilangan akal dan kepekaannya

 

Selepas sahur

Hatinya kabur tak teratur, sisa napasnya menyusut tak pasti

Entah akan bermuara di dahaga mimpi atau justru mati dalam sendiri

Bola matanya mengalirkan mutiara duka

Katanya, "Dunia semakin asing dan aku merasa terasing; sendiri."

Lalu, sekelebat ada bayang-bayang diri di bawah terik mentari

Ia mengajaknya bergurau, sembari meninggalkan darah yang masih tercecar

 

Selepas sahur

Gelap, sunyi, langit suram, tidak ada lagi dinding bercat putih

Kini sendiri; di dalam kubur terkoteng-koteng

Disambut malaikat yang memandang dan siap menanyai, “Mengapa di dunia terus merasa hampa

Di mana letak Tuhan Yang Esa?

Dahaga mengering di kerongkongan, orang-orang mengorong menelan air liur

Sesampainya di persimpangan tenggorokan, dua per tiga niat hilang seketika

Perempuan itu tak lagi berdaya di hadapan semesta

Ia melambai tanpa aba-aba, abai pada sekitarnya; pulang

 

Taraban, 28 Mei 2021


Posting Komentar