ACHMAD HAIKAL - MELUKIS SAAT TUBUHNYA MATI (LCP 46)

📅 27 Mei 👁 Memuat...

MELUKIS SAAT TUBUHNYA MATI

Karya: ACHMAD HAIKAL


Di kamar 402 yang dipenuhi bau obat dan kehilangan,
Fian jatuh cinta
pada perempuan yang sedang perlahan dihapus Tuhan.

Ara kehilangan kaki kanannya,
paru-parunya dipenuhi maut,
namun jemari rapuhnya tetap memaksa hidup
melalui lukisan taman dan matahari.

Setiap malam,
Fian datang tanpa nama.
Ia membersihkan sisa cat di tangan Ara,
mengusap rambut-rambut yang gugur di bantal,
lalu menyimpannya diam-diam
seperti orang miskin menjaga sisa hartanya.

Fian tahu,
beberapa manusia tidak ditakdirkan sembuh
hanya ditakdirkan
untuk diajarkan arti tabah sebelum pergi.

Saat napas Ara pecah di ujung malam,
mereka menyelesaikan lukisan matahari bersama.

Dan ketika garis cahaya terakhir tercipta,
monitor jantung berbunyi panjang.

Di bawah bantalnya,
Ara meninggalkan surat kecil:

“Terima kasih telah mengagumi
sisa hidupku yang cacat,
bukan menunggu kematianku.”


Bangkalan, 26 Mei 2026