Karya: Adzila Bintang Pratama
jam dua malam di sofa rumahku.
puisi ini kusampaikan untukmu yang hanya teman sekelasku.
betapa spesialnya dirimu di mataku.
maafkan diriku yang belum bisa menjadi seperti yang kau mau.
aku hanya insan biasa yang tak bisa apa-apa.
suara indahnya dirimu yang selalu datang menyapa.
bagaikan indah nya suara bidadari dari surga.
mebuatku tak bisa berkata-kata.
entah hanya metafora atau memang nyata-nya.
kau selalu tampil sempurna.
mataku yang tak bisa berhenti melihatmu.
bagaikan terpesona dengan bidadari surga.
majalengka, 15 Mei 2026