Karya: fajrin naya umaroh
Di sudut kantin sekolah itu,
aku melihat senyummu pertama kali,
manis seperti sore yang tenang,
dan hangatnya menetap di hati.
Kau berbicara dengan sederhana,
namun mataku sulit berpaling,
ada hal yang tak bisa dijelaskan
setiap kali aku melihatmu tersenyum.
Aku mengagumimu diam-diam,
dari caramu berpikir dan berbicara,
kau begitu pintar di mataku,
seolah membawa cahaya sendiri.
Sejak pertemuan sederhana itu,
kantin menjadi tempat favoritku,
karena di sana aku pernah
jatuh kagum sepelan hujan.
Tegal, 15 Mei 2026