Karya: Ahmad Ghufron Burhanuddin
Aku dihukum oleh paras nadamu
Bahkan jeruji besi yang mengurungku
Terbuat dari anyaman senyummu
Kasusku begitu besar
Aku dicap sebagai narapidana
Atas menghirup nikotin yang bersembunyi di balik keindahanmu
Bahkan diriku sempat dituduh
Sebagai pembunuh
Karena aku mengakhiri hayat
rasa sukaku kepadamu
Setelah melewati proses penghakiman
Aku divonis oleh kesadaranku sendiri
Hukuman sunyi agar aku tenang
Dan mampu melupakanmu
Sungguh kasihan diriku
Aku divonis hukuman itu
Agar bisa ikhlas dan benar-benar lepas
Ohhh ternyata sia-sia
Sebab kecantikanmu
Tetap bersemayam di jiwa
Jasadku masih ada
Namun parasmu
Mengalir bebas mengikuti
arus aliran darah
Battangan 10-05-2026