Karya: Nurul Fatia
Ayah setelah kau pergi,
Rumah yang dulu penuh kehangatan, sekarang hampa tanpa adanya peranmu.
Kau tak pernah mengeluh.
Tak pernah kau mengatakan, ""Aku lelah.""
Tapi kau selalu menutupi lelahmu dengan senyuman yang kini kurindukan.
Ayah, aku sangat mengagumimu.
Di saat dunia penuh tekanan, kau tetap tenang menghadapinya.
Sikap tangguh yang ada di dirimu, itulah yang kukagumi.
Yah,
Di dunia yang luas ini, kau memilih berbaring di sepetak tanah.
Tak bisa lagi kulihat wajahmu. Yang kulihat hanyalah gundukan tanah...
dengan namamu yang tertulis di nisan.
Yah,
langit ini sangatlah luas, tapi tetap tak cukup luas
untuk menampung semua doaku setiap malam.
Ayah, tidurlah dengan tenang.
Aku di sini akan jadi anak yang tangguh,
seperti Ayah dulu tangguh menghadapi semuanya.
Aku akan jadi anak yang kaubanggakan, meskipun kau tak sempat melihatnya.
Ciamis,22 mei 2026