Karya: Aira Fazarina
Kita pernah menjadi dua kapal
yang saling menemukan
di laut paling tenang.
Lalu waktu datang
membawa badai yang tak mampu kita lawan.
Bukan tentang siapa yang menyerah,
hanya arah kita
yang akhirnya berubah.
Kelak, kau akan berlabuh
pada seseorang yang kau sebut rumah.
Dan aku akan belajar mencintai laut
tanpa berharap kembali padamu.
Namun di antara banyaknya langit
yang pernah kutatap,
namamulah
yang paling mirip rasi bintang.
Sebab beberapa pertemuan
memang diciptakan
bukan untuk dimiliki,
melainkan dikenang.
Jakarta, 21 Mei 2026