Jiwa dan Nisan Yang Meluap
Karya: Alfonsa Annora CelestynTubuhnya telah membeku seperti malam tanpa doa
Jiwanya telah pergi namun masih menanti
Namanya hanya tertulis di batu
Tak ada yang ingat dimana makamnya
Tubuhnya telah menjadi dan bersatu dengan tanah kembali
Entah sudah berapa lama
Makamnya sudah tak dikenang siapapun
Tak disentuh oleh langkah yang rindu
Dia tak ingin orang dicintainya menyusulnya
Dia rela sendirian di alam keabadian
Namun sesekali
Dia berharap ada yang datang membawa doa dan rindu
Batu nisannya telah terkikis oleh waktu
Tanah disekitarnya menjadi kering
Kini dia membiarkan bunga liar tumbuh dimakamnya
Dia sudah tak berharap dikenang lagi
Bandar Lampung, 29 Mei 2026