Karya: Almira Anindya Pradnya
Kususuri jalan setapak
Berharap hadirmu kembali tampak
Wangimu yang menyeruak
Menghiasi seluruh taman
Langkah demi langkah kususuri
Memori usang terulang
Tawamu yang kusuka
Kini hanya menimbulkan duka
Kubaca kata demi kata
Tercipta dari hati tertata
Beribu corak tinta menghiasi
Memoles hati nurani
Wangi itu...
Aku mengenalnya...
Wangi yang selalu melekat
Menyeruak menguasai diri
Ia hadir...
Namun genggamnya tak lagi menyatu
Ia memeluk
Namun dekapnya tak lagi untukku
Ia singgah
Namun hanya sementara
Kuamati dari balik punggung
Berharap netra saling menangkap
Berharap sapa terucap
Namun harap itu sirna
Ia melewatiku begitu saja
Tanpa sapa, tanpa kata
Aku sadar
Hadirku tak lagi kau tunggu
Singgahmu tak lagi untukku
Sebab akulah...
Akulah yang telah kau lupakan
Jakarta, 20 Mei 2026