Lorong Keterlupakan
Karya: AMALIA APRILIANI PUTRIDahulu kau datang sebagai semilir yang membuai,
menidurkan curiga dengan janji-janji yang landai.
Namun kini, lembutmu menjelma badai yang menikam rusuk,
meninggalkan namaku sebagai kenangan yang perlahan membusuk.
Aku sibuk menyusun kepingan yang pecah berserakan,
berjalan sendiri di lorong sepi penuh keterlupakan.
Kujahit luka yang tak pernah benar-benar sembuh dengan benang dusta,
seolah pedih ini hanyalah kisah usang yang tak lagi punya kasta.
Di matamu, aku mungkin telah lama terlupakan,
tenggelam bersama waktu dan segala percakapan.
Namun dalam dadaku, ada bara yang enggan dipadamkan,
ada jerit sunyi dari hati yang terus kau abaikan.
Banjarnegara, 18 Mei 2026