ANDI SULKADRI - DI SUDUT YANG TAK LAGU KAU KUNJUNGI (LCP 46)

📅 18 Mei 👁 Memuat...

 DI SUDUT YANG TAK LAGU KAU KUNJUNGI

Karya: ANDI SULKADRI



​Di dalam lemari tua yang berdebu,
ada sepucuk surat yang tintanya mulai pudar,
menyimpan gaung dari suara yang dulu merdu,
sebelum waktu membuat segalanya hambar.
​Kita adalah sebuah kota yang pernah bising,
penuh lampu, tawa, dan janji-janji malam.
Namun kini, aku hanyalah puing yang asing,
tenggelam pelan dalam sunyi yang paling dalam.
​Seperti Jejak di Pasir Pantai
​Kau melangkah pergi tanpa menoleh lagi,
meninggalkan bekas yang langsung disapu ombak.
Aku terpaku, menghitung sunyi demi sunyi,
menyaksikan kenangan kita perlahan retak.
​Dulu, namaku adalah baris pertama dalam doamu.
​Dulu, jemariku adalah penenang gelisahmu.
​Sekarang, aku hanyalah wajah tanpa nama,
yang lewat sekilas, lalu hilang bersama drama.
​Bagaimana bisa dua orang yang saling mendekap,
berubah menjadi dua asing yang saling senyap?
Kau berjalan di bawah terang lampu yang baru,
sementara aku membias, menjadi abu-abu.
​Menjadi Gema di Ruang Kosong
​Aku tidak benci, aku hanya tidak mengerti,
bagaimana ingatan bisa sekejam ini menghapus pertiwi.
Apakah aku begitu mudah untuk digantikan?
Atau memang sejak awal, aku tak pernah benar-benar tersimpan?
​Terlupakan bukan tentang matinya sebuah rasa,
melainkan tentang hidupnya sebuah nama,
di dalam hati yang sudah tidak lagi menganggapnya ada.
​Kini, biarlah aku menetap di sudut ini,
menjadi buku tua yang tak lagi kau raba halamannya.
Menjadi cerita lama yang usai sebelum pagi,
yang terkubur sepi, kehilangan seluruh maknanya.


bantaeng, 17 mei 2026